Pada tanggal 22 Mei 2026 di gedung Fakultas Kedokteran President University (FKPU) telah berlangsung kegiatan Aging Well together yang merupakan salah satu acara dari kegiatan pengabdian masyarakat rutin FKPU. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan, mendeteksi dini, mencegah faktor risiko penyakit, dan meningkatkan pemahaman terkait penuaan yang sehat pada usia lanjut. Pada kegiatan ini, sebanyak 40 dokter, 12 tenaga kependidikan, dan 111 mahasiswa terlibat dalam pelayanan kepada 128 peserta untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik sesuai dengan peran masing-masing, mulai dari registrasi, informed consent, pemeriksaan kesehatan, hingga edukasi kesehatan.
Pemeriksaan yang disediakan meliputi pemeriksaan fisik umum (head to toe), pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan darah (gula darah, kolesterol, asam urat, HbA1c), elektrokardiogram (EKG), spirometri, skrining fungsi kognitif, yang masing-masing dilaksanakan oleh 111 mahasiswa FKPU sesuai dengan pembelajaran yang telah berlangsung.
Agar dapat mengikuti pemeriksaan, peserta terlebih dahulu melakukan pendaftaran. Peserta yang ingin mengikuti pemeriksaan fisik umum diharapkan telah melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui tautan pendaftaran yang telah disediakan sebelumnya. Sementara itu, layanan pemeriksaan HbA1c, scaling gigi, dan fisioterapi yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Universitas Medika Suherman dapat didaftarkan secara langsung (on-site) pada hari pelaksanaan kegiatan. Setelah peserta melakukan pendaftaran dan tiba di Fakultas Kedokteran President University, peserta akan diberikan nomor antrian dan diarahkan menuju meja registrasi. Pada tahap registrasi, peserta akan dikelompokkan berdasarkan jenis pemeriksaan yang dipilih. Selanjutnya peserta akan diarahkan oleh mahasiswa yang bertugas sebagai pengatur alur untuk menuju area pemeriksaan.
Mahasiswa angkatan 2025 bertanggungjawab dalam pemeriksaan EKG dan spirometri sesuai dengan pembelajaran sistem kardiovaskuler dan respiratori. Kedua pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan jantung dan paru-paru serta membantu mengidentifikasi potensi faktor risiko dari penyakit jantung dan paru-paru.
Di ruangan yang lain, pemeriksaan darah kapiler dilakukan oleh mahasiswa angkatan 2024, selaras dengan pembelajaran sistem endokrin dan metabolisme. Pemeriksaan ini berperan dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit metabolik seperti diabetes (gangguan gula darah), hiperurisemia (asam urat tinggi), dan hiperkolesterolemia (tinggi kolesterol darah). Setelahnya, peserta mengikuti sesi tanya jawab mengenai pola makan 24 jam terakhir guna memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.
Mahasiswa angkatan 2023 bertugas melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dari kepala hingga kaki untuk membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan untuk mata, telinga, hidung, mulut, jantung, abdomen, serta kelenjar getah bening, juga dilakukan mini cognitive test sebagai bagian dari skrining fungsi kognitif untuk peserta yang berusia lebih dari 60 tahun.
Di sela-sela waktu menunggu antrian, Fakultas Kedokteran President University telah menyiapkan sesi doorprize bagi para peserta. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipandu oleh mahasiswa FKPU angkatan 2025. Para peserta tampak sangat antusias melakukan senam tersebut. Setelah senam berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan fun games. Melalui fun games ini, peserta berkesempatan untuk mendapatkan hadiah atau doorprize yang telah disiapkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa FKPU memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kelas secara langsung melalui pemeriksaan kesehatan yang bersifat noninvasif dengan pendampingan dosen dan tenaga kesehatan. Di sisi lain, peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan, edukasi, serta rekomendasi tindak lanjut secara gratis sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat, data hasil pemeriksaan yang telah memperoleh persetujuan dari seluruh peserta juga dapat diolah sebagai bahan penelitian untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan di masa mendatang.
“Melalui kegiatan Early Exposure ‘Aging Well Together’, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai aspek klinis, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, serta memahami pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan, khususnya pada kelompok usia lanjut. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membentuk calon dokter yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar dr. Geraldine Kenyo Estuworo, Sp.FK., selaku Ketua Pelaksana Early Exposure (EE) ‘Aging Well Together’.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang memasuki usia lanjut. Melalui pemeriksaan kesehatan yang tersedia, saya menjadi lebih memahami kondisi kesehatan saya dan pentingnya melakukan deteksi dini secara berkala," ujar Umi Tri Susilowati, salah satu peserta kegiatan.
"Program Early Exposure memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga karena kami dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kelas, sekaligus melatih kemampuan komunikasi, empati, dan interaksi langsung dengan masyarakat," ujar Audrey, mahasiswa Fakultas Kedokteran President University.
Melalui kegiatan Aging Well Together, Fakultas Kedokteran President University menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan kedokteran, pelayanan kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat melalui upaya promotif dan preventif kesehatan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa melalui pendekatan Early Exposure. Dengan pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat, melakukan pemeriksaan kesehatan, serta memberikan edukasi kesehatan, mahasiswa diharapkan dapat berkembang menjadi dokter yang kompeten, humanis, dan memiliki kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Ditulis oleh :
Arleta Zaskia Zahra
Raicha Fathimah Al Batul