Artikel

Fakultas Kedokteran President University Gelar Gathering K3 Nasional: Dari Pengalaman Nyata Menuju Budaya K3


Cikarang, 8 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional serta memperkuat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)yang berkelanjutan, Fakultas Kedokteran President University menyelenggarakan Gathering K3 Nasional bertajuk “Dari Pengalaman Nyata Menuju Budaya K3” di lingkungan President University, Jababeka.

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, akademisi Fakultas Kedokteran President University, serta praktisi K3 sebagai upaya bersama membangun budaya keselamatan kerja yang patuh regulasi, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada pengalaman nyata di lapangan.














 

Penguatan Regulasi K3 oleh Disnaker Kabupaten Bekasi

Kegiatan diawali dengan paparan dari Dra. Hj. Ida Farida, M.Si. selaku perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan arah kebijakan serta penyelenggaraan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kabupaten Bekasi. Disnaker menegaskan bahwa penerapan K3 merupakan kewajiban perusahaan sekaligus hak dasar setiap pekerja, sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Hal ini termasuk kewajiban penerapan Sistem Manajemen K3 sebagai upaya perlindungan tenaga kerja serta penunjang keberlangsungan usaha.

Kesehatan Mental sebagai Fondasi Keselamatan Kerja

Materi utama disampaikan oleh dr. Marlina Bhekti Hatmanto dari Fakultas Kedokteran President University. Ia menekankan bahwa keselamatan kerja tidak hanya ditentukan oleh sistem dan prosedur, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi mental pekerja. Stres, kelelahan, dan tekanan kerja yang tidak terkelola dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya human error. Sebaliknya, kondisi well-being yang terjaga akan memperkuat kesadaran, kewaspadaan, serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip K3.

Pendekatan Promotif dan Preventif dalam Implementasi K3

Selanjutnya, Dr. Rima Melati, MKK, SpAk (K), SpOk (K) memaparkan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam penerapan K3 di lingkungan kerja. Program edukasi, pembentukan perilaku kerja aman, serta penciptaan lingkungan kerja yang sehat dinilai efektif dalam menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas tenaga kerja.

Peran Pos UKK dalam Penguatan Kesehatan Kerja

Materi berikutnya disampaikan oleh Emi Kuntari, S.KM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Ia menjelaskan peran Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) sebagai layanan kesehatan kerja berbasis komunitas, khususnya bagi pekerja sektor informal. Melalui Pos UKK, dilakukan berbagai upaya edukasi, pencegahan, serta deteksi dini penyakit akibat kerja guna meningkatkan derajat kesehatan pekerja.

Menuju Budaya K3 yang Berkelanjutan

Melalui sesi berbagi pengalaman, refleksi, dan diskusi, peserta diajak untuk memahami bahwa budaya K3 dibangun dari pengalaman nyata, kesadaran terhadap risiko, serta komitmen bersama. Keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap aturan, tetapi sebagai nilai yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku kerja sehari-hari.

Komitmen Fakultas Kedokteran President University

Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran President University menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam penguatan budaya K3 melalui pendekatan ilmiah, promotif, dan preventif sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

“Dari pengalaman nyata, kita melangkah menuju budaya K3.”


~ Artikel ini disusun oleh Ida Bagus Wikananda.

Your Journey Begins Here!